Masalah Seksual Pria Bertubuh Gemuk

Submitted by malam pertama, Selasa, 15:00:15



Lemak perut sangat berpengaruh negatif bagi seksualitas pria. Kelebihan berat badan, terutama penumpukan lemak di perut, dapat mempengaruhi fungsi seksual pria dengan berbagai cara. Obesitas dapat membuat masalah kemampuan tubuh untuk memasok darah ke bagian penis, dan menyebabkan produksi testosteron menurun. 

Impotensi atau disfungsi ereksi (DE) adalah salah satu problem seksual yang dialami kebanyakan pria yang bertubuh gemuk. Untuk mengatasi kondisi ini, dokter biasanya memberikan obat seperti pil biru atau Viagra. Tetapi penggunaan obat-obatan hanyalah solusi jangka pendek dan perlu pengawasan tenaga medis.

Bagi pria gemuk yang mengalami impotensi, kini ada alternatif murah tanpa harus meminum obat. Solusi tersebut adalah menurunkan berat badan dan mengikis lemak di bagian perut. Untuk mewujudkannya adalah melakukan cara diet alami yaitu rutinlah berolahraga secara teratur dan menjalani pola hidup yang lebih sehat.   Penelitian terbaru para ahli menunjukkan, menurunkan bobot tubuh dapat menjadi salah satu solusi jangka panjang bagi Kaum Adam yang ingin mengembalikan "kejantanan" mereka.

Seperti diungkap dalam studi terbaru yang dimuat "Journal of Sexual Medicine", upaya menurunkan antara 5 sampai 10 persen berat badan dalam kurun waktu dua bulan ternyata mampu meningkatkan fungsi ereksi dan mengembalikan hasrat seksual pria obesitas yang mengidap diabetes.

Studi yang dilakukan di Australia ini memang berskala kecil karena hanya melibatkan 31 relawan. Tetapi kesimpulannya menjadi penting, apalagi penelitian lain menunjukkan bahwa bahwa obesitas dan disfungsi ereksi (DE) seringkali berjalan beriringan.

Meski hasil studi tentang pelangsingan dan impotensi terus berkembang, namun fakta menunjukkan bahwa pria yang aktif secara fisik dan punya pola makan sehat relatif memiliki kehidupan seks berkualitas dan kondisi kesehatan yang prima.

Para dokter juga berharap, bukti bahwa upaya pelangsingan dapat memperbaiki kehidupan seks akan membuka mata kaum pria yang berperut buncit untuk lebih sadar akan ancaman bahaya seperti jantung, diabetes dan stroke.

Sumber: health.kompas.com/



Topik Terkait: