Bila Hanya Suami atau Istri yang Sedang "Bergairah", Haruskah Bercinta Tetap Dilakukan?

Submitted by malam pertama, Rabu, 09:51:27



Gairah bercinta pasangan suami istri tidak selalu datang secara bersamaan. Terkadang hanya suami saja yang sedang bergairah sementara istrinya sedang tidak mood. Bila kondisinya seperti itu, haruskah aktivitas bercinta tetap dilakukan?

Gabrielle Morissey, seorang pakar seks, berpendapat bahwa pada prinsipnya seks adalah kegiatan suami dan istri. Lantas, hubungan seks yang baik mestilah bisa dinikmati sejak awal sehingga libido keduanya bisa meningkat. Sebaliknya, ketika salah seorang tak bisa menikmati seks maka ia merasa tidak nyaman, dan tidak bisa membuat intim dirinya dengan pasangannya.

"Lalu mengapa Anda mesti memaksakan diri saat memang sedang tidak ingin melakukannya? Hal itu justru membuat suasana hati Anda makin buruk dan tidak mood. Oleh karenanya, jangan memaksakan diri dan bila Anda yang ingin bercinta tapi pasangan sedang tidak bergairah, jangan tekan dan paksa dia," ujar Morissey yang dikutip dari Body and Soul.

Pengamat kesehatan seksual dr Andri Wananda MS, Kepada detikHealth beberapa waktu lalu, menyatakan pada prinsipnya, hubungan seksual yang sehat dan ideal melingkupi tiga faktor. Faktor pertama, hubungan seks mesti dilakukan saat kedua pasangan bugar secara fisik dan psikis. Kondisi tubuh keduanya sedang tidak drop atau kelelahan dan secara psikis pasangan tidak sedang stres.

"Kedua, hubungan seks mestilah dilakukan atas kehendak bersama. Dan ketiga, hubungan seks pastilah mesti dilakukan secara higienis, bersih, serta tidak boleh sampai mengganggu kesehatan atau membuat cedera fisik pasangan," kata pengamat yang juga dosen di Universitas Tarumanagara ini.

Peneliti seks Lisa Day MA dan Dr Amy Muise, dikutip dari Science of Relationship,  mengungkapkan dari studi yang mereka lakukan, terlihat bahwa ketika salah satu pihak ingin bercinta tetapi pasangannya tidak bergairah, termotivasi untuk memenuhi kebutuhan seksual pasangannya bisa menguntungkan kedua belah pihak.

Misalnya, saat istri sedang tidak mood bercinta lalu suami mencari tahu apa kebutuhan seks sang istri, maka suami bisa merasa mampu memenuhi kebutuhan seks istrinya. Jika itu berhasil, istri jadi bergairah sehingga bisa menimbulkan kesenangan baik bagi suami maupun istri. Tapi, ketika suami bisa menerima bahwa sang istri sedang tidak mood, maka secara tak langsung ia bisa memahami kebutuhan seks istrinya saat itu.

"Bagian penting dari sebuah hubungan adalah bisa berjalan selaras dan responsif terhadap kebutuhan masing-masing. Termasuk juga memahami dan menerima kebutuhan pasangan untuk tidak terlibat dalam aktivitas seksual," kata Lisa.



Topik Terkait: