Mana yang Lebih Memuaskan Wanita, Pria yang Sunat atau yang Tidak?

Submitted by malam pertama, Kamis, 08:02:46



Sunat merupakan masalah kesehatan seksual yang kerapkali menjadi perdebatan hangat baik di publik maupun di kalangan medis. Perdebatan mengenai baik atau tidaknya sunat seringkali bermuara pada pengaruhnya terhadap kenikmatan seksual. Banyak orang yang bertanya-tanya tentang perbedaan kepuasan seksual wanita yang bercinta dengan pria sunat dan tidak sunat. Apakah benar wanita lebih merasakan kepuasan berhubungan seks dengan pria yang sunat dibandingkan dengan pria yang tidak sunat?

Sampai saat ini, belum ada jawaban pasti apakah pria disunat memengaruhi kepuasan seksual wanita. Sebab beberapa studi yang telah dilakukan memberikan jawaban berbeda atas persoalan itu. Sebuah studi dari Denmark, seperti dikutip laman Shape, mengungkapkan bahwa wanita merasakan tidak puas dengan pasangannya yang disunat. Kulup atau lapisan lipatan kulit di penis, menurut studi itu, memberikan sensasi tersendiri bagi wanita. Pria yang tidak disunat bisa memberikan gesekan-gesekan ekstra, terutama saat berada di sekitar klitoris. Hal demikian bisa meningkatkan orgasme pada wanita.

"Kulup penis yang bergerak saat intercourse bisa menciptakan kenikmatan seksual yang lebih," kata terapis seks Debra Laino seperti dikutip laman Glamour.

Namun studi yang lain mengungkapkan bahwa sunat tidak menyebabkan perubahan kepuasan seksual pada wanita. Hasil studi menunjukkan 71 persen wanita lebih menyukai pasangan yang disunat daripada yang tidak dalam hubungan seksual. Dan dari sisi lain, pria yang disunat nampak penisnya lebih seksi dan menggairahkan bagi banyak wanita.

Ya, memang banyak pendapat berbeda mengenai kepuasan seksual wanita yang bercinta dengan pria sunat dan tidak. Namun, kini kembali lagi ke diri Anda masing-masing. Satu hal yang pasti, ada banyak faktor yang memicu kepuasan seksual pada wanita, bukan cuma faktor disunat atau tidak.

Namun, sudah banyak penelitian yang mengungkap sunat memberikan banyak manfaat pada pria. Mulai dari kebersihan penis yang lebih terjaga hingga mengurangi risiko pasangan terkena kanker serviks.



Topik Terkait: