Inilah 6 Hormon Pemicu Gairah Seks

Submitted by malam pertama, Selasa, 07:05:19



Anda pasti pernah merasakan kadang-kadang sangat merasa bergairah dan di lain waktu merasa malas sekali untuk bercinta. Mengapa bisa begitu? Tidak usah bingung. Menurut seorang endokrinologi, Dr Pankaj Aggarwal, jawabannya terletak pada kolaborasi hormon yang ada di dalam tubuh kita.

Nah, "Satu set hormon pria dan wanita," kata Dr Pankaj "akan memainkan peran dalam gairah seksual ataupun libido." Intinya yang menjadi sex drive pada pria maupun wanita ada lebih dari satu jenis hormon. Hormon apa saja itu? Apa saja yang mempengaruhi hormon-hormon tersebut bisa menguat dan bisa menurun? Yuk ikuti bahasannya di
bawah ini!

1. Testosteron

Hormon yang diidentikkan sebagai hormon laki-laki ini memiliki fungsi sebagai pengatur libido. Penghasil utama hormon testosteron adalah testis pada laki-laki dan indung telur (ovarium) pada perempuan. Hormon testosteron meningkat selama masa pubertas dan mencapai puncaknya ketika laki-laki berumur sekitar 20 tahun. Pada pria umur 30 tahun ke atas, kadar hormon ini akan berkurang sekitar satu persen tiap tahunnya.

Pada wanita hormon ini lebih sedikit dan memiliki fungsi untuk meningkatkan hasrat seksual.

Pembunuh testosteron: Menurunnya kadar hormon testosteron sebenarnya merupakan kondisi alamiah seiring penuaan pada laki-laki. Kondisi kekurangan testosteron juga dapat disebabkan oleh
infeksi dan cedera pada testis, gagal ginjal kronis, sindrom Klinefelter, dan sirosis hati. Kondisi stres dan terlalu banyak mengonsumsi alkohol juga dapat menyebabkan
kondisi tersebut.

Ketika kadar hormon testosteron menurun, laki-laki akan mengalami gejala yang berkaitan dengan fungsi seksual, seperti ketidaksuburan, berkurangnya hasrat seksual,
serta berkurangnya frekuensi ereksi yang terjadi secara spontan ketika sedang tidur.

Penguat testosteron: Jalani pola makan dan kebiasaan hidup sehat, membiasakan berpikir positif dan mengelola stres, olahraga, konsumsi kacang-kacangan, beberapa suplemen, dan terapi hormon

2. Estrogen

Hormon ini kebalikan dari testosteron. Estrogen banyak diproduksi oleh perempuan dan sedikit pada laki-laki. Pada wanita hormon ini diproduksi oleh ovarium. Fungsinya untuk mengatur siklus menstruasi wanita dan menjaga tingkat mood dalam suatu hubungan. Hormon ini sering disebut sebagai hormon seks wanita.

"hormon ini menjadi pemicu gairah wanita dan juga stimulator untuk mengarah pada Big O," ujar Dr Aggarwal.

Pada pria hormon ini tidak boleh banyak. Bila berlebih diproduksi oleh pria ada kemungkinan pria ini akan mengalami disfungsi ereksi dan pembesaran payudara.

Pembunuh esterogen: stres, gemuk, dan malnutrisi.

Penguat esterogen: Sumplemen, konsumsi gandum dan kedelai.

3. Oksitosin

Oksitosin seringkali disebut sebagai hormon cinta. Hormon ini adalah sebagai penguat ikatan. Pada wanita hormon ini membantu persalinan dan membuat ikatan antara ibu dan bayi. Hormon ini diproduksi secara alami di otak dari kedua jenis kelamin. Pada laki-laki, konsentrasi moderat Oksitosin memfasilitasi ereksi penis dan mempercepat perilaku ejakulasi.

Pembunuh oksitsin: stres dan kurangnya sentuhan fisik.

Penguat oksitosin: hubungan kasih sayang dan perhatian yang kuat.

4. Norepinehim

Kondisi seperti tangan berkeringat dan lutut lemah seringkali terjadi pada sentuhan pertama dari lawan jenis. Keadaan ini sering disebut sebagai adrenalin yang disebabkan oleh tingginya kosentrasi norepinehim. Hormon ini akan dilepaskan secara otomatis oleh otak ketika orang sedang jatuh cinta. Tidak ada penguat ataupun pembunuhnya.

5. Dopamin

Hormon ini dikenal sebagai hormon baik. Dopamin bertanggungjawab pada dorongan emosi yang mengubah nafsu menjadi ikatan yang lebih kuat. Menurut sebuah studi, hormon ini lebih banyak diproduksi oleh pria ketimbang wanita. Inilah yang menjadi alasan mengapa pria lebih mudah jatuh cinta.

Penguat dopamin - Diet yang kaya protein meningkatkan dopamin.

6. Kortisol

Hormon ini sering disebut sebagai hormon stres. Namun kelebihan kortisol akan membuat seseorang memiliki dorongan seks yang kuat. Tubuh akan melepaskan hormon ini ketika merasa lelah, frustasi, cemas ataupun tertekan. Hal ini juga yang membuat mengapa orang yang sedang stres memiliki nafsu seks yang kuat.

Pembunuh kortisol: meditasi, latihan relaksasi dan pernapasan.

Penguat kortisol: Stres dan ketegangan.

**** Sekarang telah hadir produk herbal untuk terapi hormon 



Topik Terkait: